Provinsi Riau dengan luas wilayah
87.023,66 km2 memiliki tingkat kepadatan 78,31 jiwa per km2
untuk jumlah penduduk sebesar 6.814.909 orang dengan rasio jenis kelamin
sebesar 105,3.5 Berdasarkan
data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018, di Provinsi Riau terdapat 794.744
anak berusia 7-12 tahun (setingkat Sekolah Dasar/SD) atau komposisi 11,7% dari
total penduduk.5 Angka
Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia 7-12 tahun di Provinsi Riau sebesar 99,07%.5
Kota Pekanbaru merupakan daerah dengan
luas wilayah terkecil di Provinsi Riau yakni 632,26 km2 dengan jumlah
penduduk terbanyak yakni 1.091.088 orang pada tahun 2017 dan kepadatan penduduk
tertinggi yaitu 1.726 orang per km2. Kecamatan Tenayan Raya
merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kota Pekanbaru yang terdiri atas 129 Rukun
Warga (RW) dan 462 Rukun Tetangga (RT). Luas wilayah Kecamatan Tenayan Raya
adalah 171,27 km2. Kecamatan Tenayan Raya terdiri dari 13 kelurahan
yang salah satunya yakni Kelurahan Melebung yang merupakan Daerah Aliran Sungai
(DAS) Sungai Siak bersama dengan Kelurahan Bambu Kuning dan Kelurahan Industri
Tenayan. Tinggi wilayah Kelurahan Melebung masih lebih tinggi yakni 67 meter di
atas permukaan laut bila dibandingkan dengan Kelurahan Bambu Kuning (16 meter) dan Kelurahan Industri
Tenayan (25 meter).
Gambar 4.1 Peta wilayah Kecamatan Tenayan
Raya
Kelurahan Melebung merupakan pemekaran
dari Kelurahan Sail sejak tahun 2016 melalui Peraturan Daerah nomor 4 tahun
2016. Batas wilayah Kelurahan Melebung unik karena dibatasi tiga sungai yakni
Sungai Siak (sisi utara), Sungai Pendanau (sisi timur), Sungai Penampuan (sisi
selatan), dan satu jalan raya di sisi barat. Kelurahan Melebung terdiri dari
hanya 1 RW yang terdiri atas 4 RT menaungi 142 keluarga. Jumlah penduduk hanya
berkisar 686 jiwa dengan rasio jenis kelamin 131. Tingkat kepadatan penduduk
diperkirakan sebesar 24 jiwa / km2. Sumber listrik menggunakan
diesel.
Fasilitas pendidikan yang ada di
Kelurahan Melebung antara lain 3 sekolah yakni 1 TK, SDN 135 Pekanbaru dan 1
SMP swasta. SDN 135 Pekanbaru dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 10404416
beralamat di Jalan Simpang Beringin RT 1 RW 13 Kelurahan Melebung Kecamatan
Tenayan Raya. Area sekolah cukup luas yakni 5.625 m2 dengan 2
bangunan utama yakni gedung kelas dan gedung guru. Kondisi sekolah tidak
berpagar, dikeliling sekitarnya oleh kebun sawit. Sekolah ini terletak sejauh
50 meter dari Kantor Lurah Melebung dan berjarak sekitar 205 meter dari DAS
Siak. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dimutakhirkan
20 Januari 2020, jumlah guru di SDN 135 Pekanbaru sebanyak 15 orang dengan
tenaga kependidikan 3 orang dan peserta didik sebanyak 129 anak. Terdapat 12
ruang kelas dengan kondisi rusak ringan yang dipakai untuk 10 rombongan belajar
dan beroperasional pagi hari.
Gambar 4.2 Jarak SDN 135 Pekanbaru dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau
Gambar 4.2 Jarak SDN 135 Pekanbaru menuju
Kantor Lurah Melebung dan tepian Sungai Siak
Gambar 4.3 ruang kelas SDN 135
Pekanbaru
Dari data per September 2018 diketahui
proporsi penduduk miskin di perkotaan sebesar 6,25% sedangkan di pedesaan
sebanyak 7,86% untuk Provinsi Riau.5 Persentase
rumah tangga kumuh di Provinsi Riau pada tahun 2018 sebanyak 4,06%.5 Persentase
rata-rata pengeluaran per kapita untuk keseluruhan penduduk Indonesia sebagian
besar masih dialokasikan untuk makanan (49,51%) dengan proporsi konsumsi
terbesar adalah makanan dan minuman jadi (16,82%), diikuti padi-padian (5,95%),
rokok (5,82%), ikan/udang/cumi/kerang (3,85%), sayur-sayuran (3,53%) dan
telur-susu (2,86%).5
Kecamatan Tenayan Raya merupakan daerah
agribisnis untuk perkebunan sawit. Untuk pertanian, jenis tanaman yang dihasilkan
di Kecamatan Tenayan Raya antara lain buah-buahan (pepaya, mangga, pisang,
durian), untuk sayur-sayuran (petsai, bawang merah, cabai), serta pemeliharaan
hewan ternak seperti ayam, itik, sapi, kambing, babi, kerbau. Jenis industri
yang ada di Kelurahan Melebung yakni 2 buah industri mikro/kecil (tenaga kerja
berkisar 5-19 orang) dan 1 buah industri sedang (tenaga kerja berkisar 200-99
orang) yakni perkebunan sawit.




Narasi sudah keren, kalau bisa dicantumkan sumber infonya dapat darimana, misal bos, atau Bappeda dsb
BalasHapusTq informasinya 👍
BalasHapus