Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

JINGLE LAGU APOTIK HIDUP: PENARIK ANAK CINTAI TANAMAN OBAT

 Sebagai luaran dari kegiatan yang sudah dilakukan, tim Kukerta Terintegrasi Abdimas melakukan pembuatan jingle lagu yang berjudul “Apotek Hidup”. Didalam jingle lagu ini menceritakan tentang berbagai jenis tanaman obat keluarga yang ditanam dilingkungan sekolah sehat, dan termasuk didalamnya jenis empon-empon yg dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit, dalam hal ini juga dikaitkan dengan kondisi saat ini yang tengah berada di masa pandemi covid 19, tentunya sistem imunitas yang kuat sangat diperlukan agar kondisi tubuh tetap sehat dan terhindar dari bakteri ataupun virus. Berikut Official video lyrics Apotik Hidup : Adanya jingle lagu ini diharapkan dapat membantu menarik perhatian anak-anak dilingkungan sekolah untuk bisa mengetahui manfaat dari sebagian tanaman apotik hidup yang telah ditanam disekolah tidak hanya melalui pelatihan atau pengajaran saja, tetapi juga dengan menggunakan cara yang lebih asyik yaitu bernyanyi...

PEMBUATAN TAMAN APOTIK HIDUP SDN 135 PEKANBARU

Sebagai luaran dari kegiatan yang sudah dilakukan, tim Kukerta Terintegrasi Abdimas melakukan serangkaian kegiatan pembuatan taman apotik hidup SDN 135 Pekanbaru selama lebih dari sebulan kerja dari mulai persiapan - pencarian botol bekas - penanaman bibit tanaman - hingga pembuatan taman di SDN 135 Pekanbaru terdokumentasikan.  Apotik Hidup ini diharapkan dapat digunakan sebagai tanam sekolah dna juga taman krlurahan Melebung yang nantinya dapat juga dimanfaatkan masyarakat umum sebagai apotik hidup. Selain tanaman, taman ini berisi edukasi pengetahuan di spot foto taman bergantung.

BUKU PANDUAN BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN TANAMAN APOTEK HIDUP OLEH TIM KUKERTA

Sebagai luaran dari kegiatan yang sudah dilakukan, tim Kukerta Terintegrasi Abdimas melakukan pembuatan buku panduan yang berjudul “Panduan Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup”. Buku ini berisi teknik membudidayakan tanaman obat yang ada di taman apotek hidup SDN 135 Pekanbaru. Setelah kegiatan pembuatan taman apotek hidup, tim Kukerta menyusun buku panduan sebagai luaran yang bisa digunakan oleh warga sekolah SDN 135 Pekanbaru untuk panduan dalam membudidayakan tanaman obat yang ada di taman apotek tersebut. Berikut sedikit gambar dari isi buku panduan yang telah dibuat dan terdaftar dalam ISBN : Buku panduan ini bisa digunakan sebagai panduan atau petunjuk bagi warga sekolah atau masyarakat umum dalam membudidayakan tanaman apotek hidup terutama warga sekolah tempat tim kukerta mengabdi yaitu SDN 135 Pekanbaru. Dengan adanya buku ini diharapkan warga sekolah SDN 135 Pekanbaru mampu membudidayakan tanaman obat di taman apotek hidup yang telah dibuat oleh tim Kukerta. Selain ...

Pengenalan Apotek Hidup

Setelah menyelesaikan pembuatan taman apotek hidup, tim kukerta ini melakukan sosialisasi pengenalan apotek hidup. Pemateri sosialisasi kali ini adalah Juan dengan guru dan siswa SDN 135 Pekanbaru sebagai pesertanya. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan di masjid karena cuaca saat itu hujan dan karena daya tampung di masjid lebih banyak dibandingkan di dalam kelas.  Setelah melakukan sosialisasi seara langsung. Tim kukerta juga melakukan sosialisasi Pembudidayaan tanaman apotek hidup secara daring kepada guru SDN 135 Pekanbaru. Dengan moderator Nurul Insani dan Juan sebagai pemateri sosialisasi kali ini. Dengan adanya sosialisasi pembudidayaan apotek hidup ini diharapkan guru dapat memberikan pelatihan kepada siswa dan guru beserta seluruh siswa bersama-sama merawat taman apotek hidup ini.

Memberikan Pengetahuan Umum melalui Spot Foto

Saat ini spot foto memiliki peran penting untuk dipublikasikan, agar spot foto tidak hanya menjadi objek foto. Tim kukerta ini memberikan nilai edukasi pada spot foto. Edukasi yang diberikan adalah pengetahuan umum untuk menambah wawasan para siswa /I SDN 135 Pekanbaru. Tidak hanya bernilai edukasi, spot foto ini sangat ekonomis dan ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan spot foto ini memanfaatkan barang bekas dan menggunakan sumber daya alam yang tersedia yaitu bambu.  Untuk membuat spot foto ini, tim kukerta ini memanfaatkan botol bekas menjadi pot. Botol yang sudah bersih dan diberi cat, diberi lubang untuk tempat tali. Kali ini botol disusun berbaris dengan menggunakan tali, dalam satu baris terdapat 3-4 pot bunga. kemudian, pot diisi dengan tanah dan bunga.  Setelah itu, tim kukerta ini mencari bambu yang dapat digunakan menjadi tiang untuk spot foto, dibutuhkan 4 buah bambu besar sebagai tiang dan 4 buah bambu kecil untuk tempat menggantung bunga. Gali ta...

Pembuatan Taman Apotek Hidup

 Saat Tim Kukerta Integrasi Kelurahan Melebung melakukan survey ke SDN 135 Pekanbaru, kondisi sekolah terlihat cukup gersang, hanya ada beberapa tanaman. Sehingga tim kukerta memutuskan untuk membuat lingkungan sekolah yang sehat dengan adanya taman. Ditengah wabah covid-19 ini, dibutuhkan sistem imunitas tubuh yang baik agar tubuh tetap sehat. Untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh dapat menggunakan tanaman herbal seperti jahe, temulawak, dal lain sebagainya. Sehingga tim kukerta memutuskan untuk membuat taman apotek hidup. Diharapkan dengan adanya taman ini siswa dan guru dapat mengetahui jenis tanaman dan manfaat tanaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pembuatan taman ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan sangat dibutuhkan kerja sama tim yang bagus. Untuk mempersingkat waktu, hal-hal yang dibutuhkan dalam pembuatan taman dibuat sebelum pelaksanaan Kukerta di Kelurahan Melebung.  Taman apotek hidup ini berada di depan sekolah dan menjadi hal pertama yang dapat di...

Memanfaatkan Ban Bekas menjadi Tempat Duduk

Dalam pembuatan taman apotek hidup, tim kukerta memberikan tempat duduk didalamnya dengan tujuan menikmati taman dari dekat. Tidak hanya itu, dengan duduk di sekitar taman apotek hidup siswa/I SDN 135 Pekanbaru juga dapat menikmati udara segar dan sinar matahari pagi yang sehat untuk kulit. Proses pembuatan tempat duduk dari ban bekas ini memerlukan beberapa tahapan. Dimulai dari pengumpulan ban bekas, pengecatan, hingga pemasangan ban menjadi tempat duduk. Tim kukerta ini berhasil mendapatkan 5 buah ban bekas. Kemudian agar menambah daya Tarik, ban bekas tersebut diberi cat sesuai yang diinginkan, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 hari untuk menyelesaikan tahap ini. Setelah cat pada ban kering, tanah pada posisi tempat duduk digali sedalam setengah ban, kemudian ban dimasukkan ke dalamnya dan ditutup kembali dengan tanah serta dipadatkan agar ban tersebut kokoh. Begitu pun dengan ban yang lainnya. Kini ban telah menjadi tempat duduk yang sangat menarik ditengah taman apotek hidup.